Langsung ke konten utama

Postingan

Instalasi Dropbox di KDE Chakra GNU/Linux

Melakukan instalasi dropbox di Linux yang menggunakan desktop manager KDE tidaklah susah. Sekedar saran, janganlah menggunakan binary/source yang diunduh dari dropbox.com jika tidak menggunakan OS GNU/Linux Debian, Ubuntu dan Fedora serta turunannya. Tapi gunakanlah file yang bisa kita unduh darisini: 32 Bit Dropbox Linux Client 64 Bit Dropbox Linux Client Dalam kasus ini, saya menggunakan Chakra GNU/Linux. Dan tentu saja berlaku untuk semua OS GNU/Linux lainnya :-) Unduhlah file diatas. Saya sendiri menggunakan yang 64 bit berhubung Chakra GNU/Linux saya adalah x86_64 :D. Setelah proses unduh selesai, lakukan ekstrasi ke directory /home/user anda. Lakukan langkah berikut: 1. Buka System Setting dari launcher menu 2. Pilih System Administration > Startup and Shutdown 3. Pada menu Autostart, pilih Add Script 4. Klik icon browse dan arahkan ke /home/user/.dropbox-dist. Jika tidak kelihatan, Show Hidden Files dululah :D 5. Kemudian pilih dropboxd 6. OK Nah,...

Menggabungkan dan Membagi File di Mac OS X

Menggabungkan dan membagi file atau istilah kerennya: join dan split file adalah bukan hal yang sulit dilakukan di semua sistem operasi, tidak terkecuali Mac OS X. Mac OS X yang merupakan sistem operasi UNIX-based bisa menggunakan aplikasi default concat dari terminal. Akan tetapi, menggunakan perintah cat pada terminal cukup merepotkan karena tidak efisien dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengetikkan nama file satu persatu. Misalnya: $ cat nama_file.mkv.001 nama_file2.mkv.002 nama_file.mkv.003 nama_file.mkv.004 nama_file.mkv.005 > nama_file.mkv Sungguh ruwet bukan? Haha :D kidding Hal ini bisa dipermudah oleh aplikasi yang bernama "lxsplit". Aplikasi ini saya pertama kali temukan di sistem operasi GNU/Linux. Lxsplit bisa ditemukan hampir disemua repository distribusi GNU/Linux yang beredar :D Untuk versi Mac OS X, developer dari lxsplit telah menyediakan paket yang bisa kita kompile sendiri yang bisa kita unduh secara gratis disini: http://mac.so...

RealVNC di Chakra GNU/Linux

Chakra GNU/Linux merupakan sistem operasi hasil forking dari Archlinux. Melakukan administrasi sistem dari Chakra, sama seperti kita belajar menggunakan Archlinux. Baik itu packet manager, konfigurasi, dan lain lainnya. Yang berbeda tentu saja repository, dimana Chakra GNU/Linux mempunyai repository sendiri, disamping bisa menggunakan repo Archlinux. Lanjut ke awal permasalahan kita, yaitu VNC Viewer. Sebelumnya, saya melakukan instalasi TightVNC. Akan tetapi mengalami kegagalan autentikasi, dimana TightVNC tidak bisa mengakses VNC Server Enterprise yang terpasang di komputer kantor yang menggunakan Windows XP. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengunduh versi free dari RealVNC dari situsnya. Saya memilih paket yg dibundle kedalam tar.gz (bukan deb, bukan rpm). Setelah proses unduh selesai dan extract selesai, langsung saja hajar dari terminal utk instalasinya kedalam sistem kita: 1. Arahkan terminal, letak file instalasi hasil extract kita 2. lakukan eksekusi: ./vncinst...

Building Aplikasi Dengan Macports

Ini termasuk cara simpel dan mudah untuk melakukan building aplikasi yang bisa kita install secara offline. Dengan tools Macports, kita bisa membuat installer dari aplikasi yang kita inginkan. Jika tertarik, kita bisa membuka halaman ini sebagai rujukan .  Yang kita perlukan adalah koneksi internet, XCode, Macports dan tentu saja Mac OS X. Yang saya lakukan adalah membuat paket berekstensi *.mpkg. Sebagai contoh, saya melakukan building aplikasi dari aria2. Berikut langkah-langkahnya. Bukalah Terminal terlebih dahulu dan ketik: $ sudo port mpkg aria2 Done! :D simpel bukan?  Perintah diatas jika merujuk ke halaman manual pagenya berarti, kita melakukan building aplikasi dgn menyertakan semua depedency nya. Nah dimanakah lokasi file *,mpkg tersebut? Lokasinya berada di direktori work macport kita, jika punya saya berada di: /opt/local/var/macports/build/_opt_local_var_macports_sources_rsync.macports.org_release_tarballs_ports_net_aria2 . Kita bisa menggunak...

BURG Bootloader : Dual Boot Ubuntu dan Mac OS X

Sebenarnya, untuk melakukan dualboot antara Ubuntu dan Mac OS X tidaklah begitu sulit. BURG sejatinya sudah bisa mendeteksi keberadaan Mac OS X yang terpasang pada mesin kita. Akan tetapi, walau BURG juga bisa mendeteksi, parameter yang diberikan salah. Jadi ketika mesin kita menampilkan list OS, kita tidak akan bisa masuk ke desktop OS X kita.  BURG sendiri merupakan singkatan dari Brand-new Universal loadeR from GRUB. Jadi, cara konfigurasinya sama saja dengan GRUB. Sebelumnya anda harus melakukan instalasi BURG sekitar 14 MB. Akan lebih baik jika terdapat koneksi internet yang memadai. Perlu dicatat juga, OS X anda harus sudah bisa boot menggunakan bootloadernya sendiri, misal Chameleon. # add-apt-repository ppa:bean123ch/burg # apt-get update && apt-get install burg Kemudian, install BURG pada MBR: # burg-install /dev/sdx X mewakili hardisk, misal /dev/sda Selanjutnya jika sudah selesai melakukan instalasi BURG, perlu dicek juga nomor partisi d...

Instalasi WGET di Mac OS X

Setelah sebelumnya puas dengan performa prozilla, ada saja keinginan saya untuk melakukan instalasi download manager standar Linux (karena kangen dengan Linux kali ya? hehe). Akan tetapi, masalah datang ketika saya mencoba mengetikkan perintah itu di terminal OS X, no command found.. hadeh.. Tapi karena saya sudah mempunyai XCode 4 untuk Mac OS X Snow Leopard 10.6.6 yang saya pakai, jadi langsung saja saya mengetikkan perintah port untuk melakukan instalasi wget. Untuk anda yang ingin mencoba melakukan hal serupa, yang perlu anda siapkan adalah: XCode Macport XCode bisa didownload gratis, tapi anda harus daftar dulu sebagai Apple Developer yang nantinya, ID Apple anda sebagai akses untuk mendownload XCode dan aplikasi-aplikasi lainnya (terutama jika . Tapi karena ukurannya yang diatas 4 GB (untuk XCode 4), anda harus bersabar :D. Setelah 2 hal diatas dipenuhi, maka bersiap-siaplah dengan terminal anda: $ sudo port selfupdate $ sudo port install wget Untuk per...

Instalasi Bootloader Chameleon

Beberapa diantara kita pasti bosan melihat tampilan bootloader dari OS yang kita pakai hanya terdiri dari tulisan dan warna background hitam. Umumnya bootloader Windows dan GRUB beberapa OS Linux masih tampil apa adanya. Akan tetapi jika sebelumnya anda mempunyai OS X 86 (Mac OS X) di laptop anda, anda pasti mengenal bootloader Chameleon. Ya, tampilannya lebih enak dipandang dan serupa dengan BURG. Entahlah.. siapa yang terlebih dahulu meniru dan ditiru.. No Comment. Apabila anda secara tidak sengaja menghapus bootloader Chameleon anda pasca instalasi OS lain, jangan khawatir. Selama anda bisa masuk ke OS X 86 anda, bootloader chameleon bisa dikembalikan dengan mudah :-) Sebelum beraksi, pastikan anda mempunyai installer Bootloader Chameleon. Anda bisa mendapatkannya disini . Selanjutnya, ekstract file tersebut dan letakkanlah di direktori yang aman. Misalnya: /User/username/Documents. Langkah berikutnya, anda persiapkan: 1. Buka /Applications/Utility/Terminal 2. Lakukan cek t...