Langsung ke konten utama

BURG Bootloader : Dual Boot Ubuntu dan Mac OS X

Sebenarnya, untuk melakukan dualboot antara Ubuntu dan Mac OS X tidaklah begitu sulit. BURG sejatinya sudah bisa mendeteksi keberadaan Mac OS X yang terpasang pada mesin kita. Akan tetapi, walau BURG juga bisa mendeteksi, parameter yang diberikan salah. Jadi ketika mesin kita menampilkan list OS, kita tidak akan bisa masuk ke desktop OS X kita. 
BURG sendiri merupakan singkatan dari Brand-new Universal loadeR from GRUB. Jadi, cara konfigurasinya sama saja dengan GRUB. Sebelumnya anda harus melakukan instalasi BURG sekitar 14 MB. Akan lebih baik jika terdapat koneksi internet yang memadai. Perlu dicatat juga, OS X anda harus sudah bisa boot menggunakan bootloadernya sendiri, misal Chameleon.

# add-apt-repository ppa:bean123ch/burg
# apt-get update && apt-get install burg

Kemudian, install BURG pada MBR:

# burg-install /dev/sdx

X mewakili hardisk, misal /dev/sda

Selanjutnya jika sudah selesai melakukan instalasi BURG, perlu dicek juga nomor partisi dari OS X anda jika ragu-ragu. Bisa menggunakan perintah:

# fdisk -l

atau

# ls -l /dev/disk/by-label/

Jika sudah mengetahui nomor partisi OS X Anda, bukalah konfigurasi:

# gedit /etc/burg.d/40_custom

Tambahkan pada akhir file:

menuentry "Mac OS X Snow Leopard" {
               insmod hfsplus
               set root=(hd0,x)
               multiboot /boot
}

Ingatlah untuk mengganti x pada (hd0=x) dengan nomor partisi OS X anda. Milik saya berada di /dev/sda1, jadi (hd0=1)

Kemudian, jalankan perintah:

# update-burg

Selanjutnya buka konfigurasi:

# gedit /boot/burg/burg.cfg

Carilah pada bagian 30_os-prober kalimat "menuentry "Mac OS X (32bit)" dan "menuentry "Mac OS X (64bit)", dan hapus. Kemudian simpan dan restartlah mesin anda. Atau anda bisa mencoba tampilan BURG dengan mengetikkan perintah: burg-emu di terminal. 

Catatan: Jika anda melakukan perintah update-burg, settingan 30_os-prober akan kembali seperti semula :D Jadi ada baiknya, sampai ditahap ini tidak melakukan apa-apa terhadap BURG :D *cari aman*

Contoh tampilan BURG via burg-emu:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lupa Password MySQL?

Ini merupakan catatan saja untuk tetap bisa mengingat langkah-langkah jika suatu saat nanti, password MySQL terlupakan lagi :P Siang tadi, saya mengakses sebuah server yang dahulu saya konfigurasi untuk keperluan tugas akhir. Ketika mencoba mengakses database MySQL, saya tidak bisa masuk -___- Akhirnya setelah googling beberapa saat, saya menemukan solusinya di web cyberciti.biz :D Langkah-langkah tersebut saya terapkan saja : 1. Matikan service MySQL # service mysql stop 2. Selanjutnya, start MySQL tanpa password dengan perintah : # mysqld_safe --skip-grant-tables & 3. Masuk tanpa password : # mysql -u root 4. Selanjutnya, lakukan perintah berikut pada prompt MySQL untuk mengganti password kita : mysql > USE mysql; mysql > UPDATE user SET password=PASSWORD ("Password_yang_baru") WHERE user='root'; mysql > FLUSH privileges; mysql > \q 5. Selanjutnya restart service MySQL : # service mysql restart ...

Test Ride Mac OS X Snow Leopard by Hazard

OK.. sudah beberapa minggu ini saya sudah mencoba sistem operasi hasil hacking ini di Asus K40IN saya. Berikut adalah sedikit rangkuman tentang keadaan (current status) Snow Leopard by Hazard. Hasil ini adalah opini saya saja (okok). Berikut saya paparkan: 1. Fungsi hardware berjalan dengan baik, masalah sound dan wireless tidak ada masalah lagi. 2. Instalasi aplikasi yang tergolong mudah dari seluruh sistem operasi yang pernah saya coba 3. Triple boot dengan Ubuntu 10.04-Mac OS X-Windows berjalan dengan baik. Dengan memanfaatkan grub dari Ubuntu, baik Mac OS X mode 32 bit dan mode 64 bit berjalan dengan baik. Tetapi beberapa palikasi tidak bisa berjalan dengan baik di mode 64 bit 4. Modem MT6235 pada hp HT Mobile saya berjalan dengan baik 5. Fungsi sleep belum sempurna. Saat Mac OS X ini pada mode sleep, dia akan hang 6. Deteksi USB Thumbdrive atau HDD External yang kurang pada mode 64 bit 7. Pada beberapa kasus, mounting NTFS bisa gagal 8. Booting yang masih cukup lama dan terkadang ...

PC BSD - Desktop Alternatif Open Source

Setelah berpetualang beberapa lama dengan sistem operasi Linux, keinginan saya untuk mencoba varian sistem UNIX lainnya terus saja tidak terbendung meskipun saya masih terlalu awam "mengendalikan"-nya. Tercatat, OpenSolaris, MINIX, Mac OS X, Solaris dan BSD menjadi target. Namun, hanya OpenSolaris dan Mac OS X yang berhasil saya pasang di laptop. Keinginan untuk mencoba FreeBSD/PC BSD semakin meningkat setelah beberapa kali testing di VirtualBox. Karena FreeBSD didesain untuk server, maka pilihan jatuh ke PC BSD yang notabene dikhususkan untuk komputer desktop. Dan kebetulan, installer dari FreeBSD dan PC BSD disertakan dalam satu paket dirilis PC BSD. Setahu saya dari PC BSD v8. Membaca tagline dari situsnya: PC-BSD is a free operating system with ease of use in mind. Like any modern system, you can listen to your favorite music, watch your movies, work with office documents and install your favorite applications with a setup wizard at a click. Sangat menjanjikan sebuah s...